Awal pertemuan kami terjadi pada tahun 2018, saat saya mengikuti program kampus KKA (Kerja Kuliah Amalia). Saat itu, kami dipertemukan di sebuah desa tempat kegiatan tersebut berlangsung, di mana ia merupakan salah satu warga setempat. Kebersamaan selama KKA meninggalkan kesan tersendiri, meski saat itu hubungan kami masih sebatas saling mengenal tanpa ada komunikasi yang berlanjut lebih jauh. Setelah program berakhir, kami kembali menjalani kehidupan masing-masing dan perlahan kehilangan kontak. Waktu berjalan begitu cepat, hingga akhirnya tanpa terasa bertahun-tahun berlalu tanpa kabar satu sama lain. Hingga kemudian, di bulan Mei 2025, takdir mempertemukan kami kembali dengan cara yang tak terduga—melalui sebuah pesan di DM Instagram. Dari percakapan sederhana itu, kembali terjalin komunikasi yang sempat terputus, seolah menghidupkan kembali cerita lama yang pernah terhenti. Sejak saat itu, kami mulai saling mengenal lebih dalam, membuka lembaran baru dari kisah yang dulu pernah dimulai.