Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, kami sudah sering bermain bersama layaknya anak-anak pada umumnya, karena kami tinggal di lingkungan rumah yang sama sehingga kami kerap dipertemukan dalam berbagai kegiatan. Hingga pada suatu kesempatan, kami disandingkan dalam satu kegiatan yang sama, dan sejak saat itu Gugun mulai merasakan ketertarikan. Namun, pada usia tersebut, kami memilih untuk mengabaikan perasaan itu. Bagi kami, masa itu adalah masa bermain, di mana semua orang adalah teman tanpa batas. Waktu pun berlalu, hingga pada saat umi kelas 10 SMA tepatnya pada tahun 2018, Gugun kembali mencoba mendekati karena ternyata perasaan itu masih ada. Meski demikian, kami tidak pernah terikat dalam sebuah hubungan selain sebagai teman. Kami memilih untuk berjalan dengan cara yang sederhana, diam-diam saling menjaga, tanpa membuka hati untuk orang lain. Selama tiga tahun awal, komunikasi kami terjalin dengan intens, namun kami tidak pernah membahas perasaan. Fokus kami saat itu adalah saling mendukung dan menguatkan dalam meraih impian. Gugun selalu hadir dalam setiap perjalanan pendidikan Umi, begitu pula Umi yang senantiasa memberikan dukungan penuh bagi Gugun dalam mengejar kariernya.