Hingga di tahun 2025, kami membuka kembali komunikasi. Aku yang telah berkali-kali gagal, tak lagi menaruh harapan lebih. Namun, hari demi hari kedekatan itu tumbuh dengan cara yang lebih dewasa. Bukan lagi sekadar rasa melainkan ketenangan. Di titik itulah kami memilih berserah diri. Dengan penuh keyakinan, kami melaksanakan sholat istikharah. Memohon petunjuk terbaik kepada Allah. Dan doa itu terjawab. Dengan segala kerendahan hati, kami sepakat melangkah ke jenjang yang lebih serius. Meski jarak memisahkan karena pekerjaan, niat baik itu tak lagi goyah. 12 November 2025 aku melamarnya dari daerah tempatku bekerja diwakili oleh kedua orang tua 09 Februari 2026 resmi bertunangan. Dan pada 14 April 2026 Insha Allah akan mengikat janji suci pernikahan. Dua belas tahun mengagumi, Tujuh tahun menyukai, Tiga kali penolakan, Dan satu jawaban “iya” dari Allah. Karena pada akhirnya, bukan tentang seberapa sering kita gagal tetapi tentang kapan Allah mengatakan, “Sekarang adalah waktu yang tepat.”