Di sudut kelas dan riuhnya masa SMA, cerita kami dimulai. Bukan sebagai sepasang kekasih, melainkan dua remaja yang saling mengagumi dalam diam. Namun, waktu menuntut kami untuk melangkah. Kelulusan tiba, membawa kami ke jalan yang berbeda demi mengejar mimpi masing-masing. Jarak tercipta, namun sebuah doa kecil selalu kami sematkan di antara bait-bait harapan: Jika dia adalah takdirku, persatukanlah kami kembali.