Waktu kembali menguji kesabaran, hingga pertemuan kedua tiba. Dengan niat yang semakin mantap, aku kembali melangkah, kali ini bukan hanya untuk bertemu, tetapi untuk memperkenalkan diri kepada keluarganya. Di sanalah, dengan penuh hormat dan harap, aku membicarakan masa depan yang ingin kami bangun bersama.