Kami pertama kali bertemu dalam keadaan yang sederhana—tanpa rencana, tanpa ekspektasi. Hanya dua orang asing yang dipertemukan oleh waktu. Awalnya biasa saja, sekadar sapa, sekadar tanya. Namun entah sejak kapan, percakapan sederhana itu berubah menjadi alasan untuk saling menunggu. Hari-hari berlalu, dan tanpa sadar, kita mulai saling mengisi. Dalam tawa yang kecil, dalam cerita yang tak pernah habis, hingga dalam diam yang terasa nyaman. Kamu menjadi tempat pulang, dan aku menemukan arti tenang.