Pertemuan kedua di rumah Kak Risma menjadi momen yang terasa berbeda. Jika sebelumnya semuanya berjalan biasa saja, kali ini justru hadir rasa canggung, malu, dan sesuatu yang sulit dijelaskan. Rupanya, di balik pertemuan itu ada “tim sukses” yang diam-diam merencanakan pertemuan ini untuk menjodohkan kami. Dan siapa sangka, rencana sederhana itu benar-benar berhasil. Seiring waktu, komunikasi kami semakin intens. Meski harus menjalani hubungan jarak jauh setelah Rizal kembali ke perantauan, hal itu tidak menjadi penghalang. Justru dari jarak itulah kami belajar tentang rindu, kepercayaan, dan keseriusan.