Kami sebenarnya bukan orang baru satu sama lain. Dulu, kami satu sekolah, mulai dari Madrasah Tsanawiyah sampai Aliyah. Bedanya, dia satu tingkat di atas. Sebagai 'primadona sekolah', dia jelas masuk kategori mustahil untuk digapai. Ibaratnya, saya ini penonton setia, dia pemain utamanya. Lucunya, selama lebih dari lima tahun berada di lingkungan yang sama, kami nyaris tidak pernah bertegur sapa. Ya, sebatas tahu nama, selebihnya... lewat saja. Sampai akhirnya, takdir mulai 'login' di bulan Oktober 2024. Komunikasi pertama kami justru terjadi lewat Messenger Facebook. Dari yang awalnya cuma chat biasa, pelan-pelan jadi luar biasa. Jujur saja, rasanya agak tidak masuk akal. Sosok yang dulu cuma bisa dilihat dari jauh, tiba-tiba hadir lebih dekat dari notifikasi HP. Namanya, Numratul Inayah. Dari namanya saja sudah terasa... serius ini bukan kaleng-kaleng.