Perjalanan ini tidak dimulai dengan riuh janji, melainkan dengan sepasang mata yang sepakat untuk saling menetap. Ada waktu-waktu yang dihabiskan dalam hening, membiarkan ruang bernama rindu mendewasakan masing-masing ego, seraya menyelaraskan langkah yang semula berbeda arah. Hingga akhirnya, pencarian itu menyentuh garis batasnya; ketika dua kepala tak lagi sekadar berbagi cerita, tetapi bersiap merajut satu atap, mengubah ketidakpastian menjadi komitmen yang utuh di pelaminan.