Berapa umur ideal menikah?

Banyak lembaga bantuan hukum nasional yang meminta standar kawin UU Perkawinan yang terlalu rendah. YKP dan Yayasan Pemantauan Hak Anak (YPHA) telah meminta Mahkamah Konstitusi untuk menaikkan batas minimum untuk perempuan menjadi 18 tahun.

Pendapat ini diamini oleh sebagian penelitian mancanegara. Data statistik dari berbagai studio pendukung Anda untuk menunggu dalam beberapa tahun. Merangkum banyak survei dan studio berbeda, angka perceraian bisa merosot hingga 50 persen jika Anda menikah di usia 25 tahun ke atas dibandingkan menikah di usia awal 20-an. Persentase risikonya juga semakin rendah untuk setiap 1 tahun yang Anda relakan untuk ganti menikah.

Ya, Anda harus tau Sebuah studi terbitan Jurnal Hubungan Sosial dan Pribadi tahun 2012 mengatakan bahwa 25 tahun adalah batas usia paling ideal untuk menikah. Sementara itu, Biro Sensus Di Amerika Serikat tahun 2013 melaporkan usia ideal menikah tahun awal 27 tahun untuk perempuan dan 29 untuk si pria.

Pada umumnya dapat disangkal bahwa usia ideal menikah terbaik adalah sekitar 28-32 tahun. Menurut BKKBN sendiri usia ideal menikah untuk wanita Indonesia minimal 21 tahun. hayooooo … untuk kamu perempuan indonesia yang sudah tiba udh 21 keatas segera menikah yah .. hihihi ..

Perkawinan dini ancam kesejahteraan anak.

Anak remaja pada umumnya tidak memiliki keuangan yang stabil dan belum yakin benar soal karir dan masa depan. Belum lagi masih harus dihadapkan dengan tekanan dari sekolah, dan / atau kuliah.

Selain itu, ada imbas yang cukup memberatkan dari perkawinan anak pada masalah kesehatan reproduksi perempuan remaja. Pernikahan, usia muda, meningkatkan risiko keguguran, kematian bayi, kanker serviks, penyakit kelamin, hingga gangguan mental akibat tekanan sosial untuk memikul tanggung jawab orang dewasa di usia yang masih belia. nah khusus untuk para orang tua harus cerdas membimbing dan mengambil keputusan untuk masa depan putrinya.

Tingkat pendidikan juga pengaruhi kelanggengan rumah tangga.

Meski tingkat kematangan dan finansial memainkan faktor utama, tingkat pendidikan juga sama pentingnya. Menunda pernikahan sampai menerima gelar sarjana terbukti berisiko bercerai dari pasangan yang berpendidikan rendah, menurut sebuah studi Hubungan Keluarga di tahun 2013.

Tidak perlu untuk mendapatkan gelar. Mengenyam pendidikan setinggi-tinggi menuju jalan terbaik buat Anda Membuka wawasan terhadap dunia nyata.

Semakin banyak pula orang-orang dengan karakteristik berbeda yang akan Anda temui untuk berbincang dan bertukar pikiran. Lambat laun, ini semua dapat membentuk kepribadian, prinsip hidup, dan pola pikir Anda sepenuhnya.

Kapan Anda siap menikah, tergantung masing-masing.

Walau demikian, tentu saja keputusan untuk menikah saja tidak bisa hanya berdasarkan hasil survei kalian saja. Tidak ada batas umur ideal atau batas waktu pacaran yang dapat memenuhi kebahagiaan pernikahan.

Pada akhirnya, diri Anda sendirilah yang menentukan kapan waktu yang tepat bagi Anda untuk menikah. Entah itu di usia 20-an, 30-an, 40-an, dan seterusnya. Nyatanya, pernikahan dan perceraian adalah fenomena sosial yang sulit dipikirkan hanya dengan angka.

Tak ada yang dibayar untuk menikah cepat-cepat. Jika Anda dan pasangan sudah sama-sama siap lahir & batin dan juga finansial untuk menikah, tentu saja tidak masalah. Tapi bagi yang lain, tetap tak ada salahnya untuk didukung dengan semua manfaat dan risikonya.

Apakah Anda memang benar-benar siap mengarungi bahtera rumah tangga, atau hanya menikah demi gengsi dan menghindar dari pertanyaan yang dibaca “Kapan nikah?”

Previous