Perjaka Menikah Dengan Nenek Perawan di Aceh

Jika sudah saling cinta, umur tak jadi masalah. Demikian yang terjadi antara Zulhery (25) dan Nuraisyah (51). Kedua pasangan di Aceh ini mengikat janji suci melalui pernikahan pada Kamis, 18 Oktober lalu 2018.

Resepsi keduanya dilangsungkan di rumah Nuraisyah di Gampong Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Keluarga, sanak famili dan handai tolan hadir dalam acara tersebut.

Nuraisyah mengaku tidak ingin mengubris cibiran yang ditimpakan kepada ia dan Zulhery, pasangannya.

Sebagai catatan, pernikahan keduanya sempat viral di media sosial dalam beberapa hari ini. Ragam penilaian warganet ditimpakan kepada mereka. Dari yang mendukung, hingga yang mencibir sinis.

“Bagi saya enggak jadi masalah. Yang penting kita suka sama suka, cinta sama cinta, kita yang jalani kok, bukan orang,” Nuraisyah menjawab pertanyaan Liputan6.com, soal cibiran terhadap dia dan suaminya.

Toh, lanjutnya, yang pada mencibir belum tentu sudah memiliki pasangan alias jomblo!, terlebih punya angan-angan akan melangsungkan pernikahan seperti yang dilakukan keduanya.

“Karena itu, ya jangan komentar untuk orang enggak-enggak kan gitu. Nikahlah!” Nuraisyah balas mencibir.

Nuraisyah menceritakan, pertemuan antara ia dan Zulhery berawal saat keduanya mulai saling tegur sapa lewat telepon seluler akhir 2017 lalu.

Dirinya ingat betul, saat Zulhery menyatakan cintanya kepada perempuan yang mengaku menjadi buruh cuci di sekitar kompleks rumahnya ini.

“Itu tanggal 24 November 2017. Karena kita mungkin sehati. Zulhery bilang suka sama saya. Saat itu saya berterus terang, umur saya di atas dia. Saya tanya apa dia serius? Dia serius,” tuturnya.

Hubungan keduanya diakui oleh seorang karib Zulhery, bernama Jufri Ariswandi (19). Menurut Jufri, sedari dulu hubungan keduanya kerap menjadi omongan. Namun mereka tak peduli.

“Mereka yang saya tau sama-sama mencintai dan saling menyanyangi tanpa mendengar gosip-gosip murahan dari orang lain, yang mungkin yang iri dengan kebahagiaan mereka,” kata Jufri.

Setelah 10 bulan menjalin hubungan, Zulhery dan Nuraisyah sepakat beranjak ke jenjang pernikahan. Perbedaan usia tak menghalangi mereka untuk melangsungkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

“Kami sama-sama setuju semua. Keluarga Zulhery setuju, keluarga saya juga setuju. Ya sudah, kita akhirnya sepakat menikah,” kata Nuraisyah.

Menariknya, kedua pasangan ini mengaku sama-sama belum pernah menikah atau menjalin hubungan dengan orang lain. Zulhery perjaka, sementara Nuraisyah masih perawan.

Saat ini, sang suami yang berprofesi sebagai nelayan, asal Kuala Jeumpa, Kecamatan Jeumpa, Kota Bireuen itu, tinggal di rumah istrinya, Nuraisyah

Previous

Next